Sabtu, 30 April 2016

pembelajaran individual ABK

PEMBELAJARAN INDIVIDUAL BAGI ABK (ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS)

A.    PENGERTIAN PEMBELAJARAN INDIVIDUAL
Pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Artinya keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Pemahaman seorang guru terhadap makna pembelajaranakan mempengaruhi cara guru itu mengajar.
Menurut kebahasaan, pembelajaran berasal dari kata “ajar” artinya petunjuk yang di berikan kepada orang agar diketahui. Pembelajaran diartikan sebagai proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Secara umum pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi antara diri dan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dengan demikian, secara esensial pembelajaran merupakan proses kegiatan yang di dasari dalam menciptakan suatu kondisi agar siswa mau dan dapat belajar. Proses diartikan sebagai rangkaian tindakan/perbuatan atau pengolahan yang menghasilkan produk; Menciptakan, artinya berusaha sungguh-sungguh agar kondisi yang dicita-citakandapat tercapai; adapun siswa adalah individu dalam masa perkembangannya menjelang tercapainya tingkat kedewasaan; sedangkan belajar merupakan suatu kegiatan yang mengarah kepada perubahan perilaku yang positif sehingga adanya penambahan baik kognitif, afektif maupun psikomotor.
Berdasarkan pengertian di atas maka ciri utama dari proses pembelajaran ialah adanya perubahan tingkah laku dalam diri individu. Namun demikian, tidak semua perubahan tingkah laku merupakan hasil pembelajaran. Sebagimana dikemukakan Moh.Surya ( 1996: 10 ) bahwa perubahan tingkah laku sebagai hasil pembelajaran adalah perubahan yang di dasari, bersifat kontinu (berkesinambungan), fungsional, positif, aktif (melalui aktifitas individu dab bukan karena kematangan), permanen, bertujuan dan berarah.
Salah satu model pembelajaran diantaranya, adalah pembelajaran individual. Pembelajaran Individual khususnya dalam pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus berasal dari bahasa inggris yaitu “Individualized Instruction”. Secara harfiah “Individualized Instruction” diartikan sebagai pembelajaran yang individualisasi pembelajaran, yaitu suatu proses pembelajaran yang mengembangkan dan memelihara induvidualitas siswa. Pembelajaran yang diindividualisasikan adalah pembelajaran yang diberikan dalam suatu kelompok siswa (individual, kelompok, klasikal) dengan pengajaran yang sama tetapi kedalaman dan keluasan materi pelajaran disusun berdasarkan kebutuhan tiap siswa.
Pengajaran Individual adalah pengajaran yang diberikan kepada siswa seseorang secara terpisah. Dalam individualisasi pembelajaran, yang terpenting bukan individual, kelompok atau klasikalnya, tetapi individualisasinya.
Dalam istilah “Individualized Instruction” akan ada proses penyesuaian, yaitu penyesuaian pembelajaran dengan minat, pilihan, kemampuan, kesulitan dan kebutuhan masing-masing individu siswa.

B.     ESENSI PEMBELAJARAN INDIVIDUAL DALAM PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Setiap siswa adalah makhluk yang unique, berbeda dari yang lainnya baik secara fisik, intektual, emosional maupun sosial. ABK mungkin mempunyai permasalahan dalam satu atau beberapa bidang akademik (seperti membaca, artimetik, bahasa dan mengeja). Kemungkinan mereka ini mempunyai kekurangan dalam penyesuaian sosial, motivasi atau keterampilan-keterampilan mengatur diri (self-management skill), hyperactive, clumy atau ingatannyabyang lemah.
Dengan kondisi yang demikian, mereka membutuhkan layanan pendidikan yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan potensinya. Untuk menjamin layanan pendidikan khusus, mereka harus diidentifikasi untuk melihat kemampuan dan masalah yang mendasar yang dihadapi mereka, sehingga persoalan-persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar mereka menjadi terungkap. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan fungsional, karena sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Masalah dan hambatan belajar yang dihadapi ABK membawa konsekuensinkepada kompetensi guru dalam memilih strategi atau pendekatan pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan mereka. Kegagalan dalam mengakomodir kebutuhan akan berakibat buruk terhadap proses pembelajaran siswa selanjutnya. Karena itu, dalam layanan pendidikan ABK, pelajaran individual sangatlah penting keberadaannya karena pembelajaran individual merupakan suatu pendekatan yang senantiasa berupaya mengakomodasi kebutuhan dari masalah yang dihadapi masing-masing ABK. Pembelajaran Individual inilah yang menjadi esensi sekaligus ciri khas dalam layanan pendidikan ABK. Layanan pendidikan seperti ini pada hakikatnya merupakan bentuk penghargaan heterogenitas yang di alami ABK.

C.     TAHAPAN-TAHAPAN BELAJAR SISWA
1.      Tahap Penguasaan Awal (Initial and Advanced Acquisition Stage)
Untuk tahapan  Advanced Acquisition, teknik perbaikan digunnakan yang menggambarkan umpan balik, pengarahan secara spesifik, memperbaiki kesalahan (mempraktekan item-item yang hilang), memberikan reward untuk ketetapan atau ketelitian dan respon berharga
2.      Tahap Kemahiran (Proficiency Stage)
Belajar pada tahapan kemahiran ditingkatkan dengan menggunakan modeling, latihan-latihan dan reinforcement yang positif. Lebih dari itu, disarankan pula untuk perkembangan keterlampiran sosial dan managemen.
3.      Tahap Pemeliharaan (Maintenance Stage)
Pembelajaran selama tahap pemeliharaan meliputi praktek secara periodic. Bagaimanapun, bagi siswa yang mengalami hambatan ringan, melakukan praktek tidak selalu memadai dan memerlukan teknik-tekni yang lainnya. Demikian pula pemeliharaan dan retensi juga membantu perkembangan belajar.
4.      Tahap Generalisasi (Generalization Stage)
D.D. Smith (1980) melaporkan bahwa generalisasi adalah suatu bidang yang sangat sulit bagi siswa yang mengalami hambatan ringaan dan sayangnya, hal itu merupakan suatu bidang penelitian yang terbatas. Para peneliti telah nememukan bahwa salah satu yang tidak dapat diharapkan bahwa generalisasi hanya akan terjadi dengan para siswa yang mengalami hambatan ringan.
5.      Tahap Pembiasaan (Adaption Stage)
Pada tahap ini siswa menerapkan suatu keterampilan yang dipelajari sebelumnya dalam suatu bidang aplikasi baru tanpa manfaat dari pembelajaran atau bimbingan langsung.

TAHAPAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIVIDUAL
(Mercer & Mercer, 1989)
TAHAP
KEGIATAN

I. Penyajian (Presentation)
1. Pendahuluan (Advance organizer).
Guru menciptakan kesiapan belajar siswa dengan menimbulkan motivasi/perhatian siswa; memberitahukan tujuan (kemampuan) yang diharapkan, materi yang akan diajarkan, alternatif kegiatan belajar yg akan ditempuh, menunjukkan manfaat materi yang dipelajari; membuat kaitan; meminta siswa mengemukakan pengalaman yg berkaitan dgn materi yg akan dibahas

2. Demonstrasi dan modeling
Guru dengan hati-hati menjelaskan setiap langkah kegiatan yang harus dilakukan dan mendemonstrasikan keterampilan/subketerampilan yg dibahas kepada siswa tersebut.
II. Praktek dengan Pengawasan (Controlled practice)
3. Siswa mempraktekan tugas yang dipilih
Siswa mempraktekan tugas yang dipilih (keterampilan atau subketerampilan) dengan bimbingan (instruksi-instruksi, isyarat, prompts) dari guru. Guru memberikan penguatan dan umpan balik yang bersifat korektif

4. Siswa mempraktekan tugas yang dipilih
Siswa mempraktekan tugas yang dipilih (keterampilan atau subketerampilan) dengan controlled melalui suatu criteria yang ditetapkan. Guru memberikan penguatan dan umpan balik yang bersifat korektif
III. Praktek secara Mandiri (Independent practice)
5. Siswa mempraktekan keseluruhan tugas
Siswa mempraktekan keseluruhan tugas dengan suatu criteria yang ditetapkan. Guru memberikan penguatan dan umpan balik yang bersifat korektif.

6. Siswa mempraktekan berbagai tugas sejenis dgn yang dipilih
Siswa mempraktekan tugas yang disajikan dalam berbagai materi dan buku kerja, dan dalam berbagai seting (ruang sumber, kelas regular, dan rumah) dengan suatu criteria yang ditentukan. Guru memberikan penguatan dan umpan balik yang bersifat korektif.

D.    PRINSIP-PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN INDIVIDUAL
Proses pembelajaran berlangsung melalui interaksi antara individu dengan lingkungan belajarnya yang bersifat edukatif. Melalui proses pembelajaran ini induvidu akan berkembang kearah pembentukan manusia sebagaimana yang diharapkan.
1.      Prinsip-prinsip yang melandasi pengertian pembelajaran
a.       Sebagai usaha memperoleh perubahan tingkah laku.
b.      Hasil pembelajaran ditandai dengan tingkah laku secara keseluruhan.
c.       Pembelajaran merupakan suatu proses
d.      Proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan adanya sesuatu tujuan yang akan dicapai.
e.       Pembelajaran merupakan bentuk pengalaman.
2.      Prinsip-prinsip individualisasi pembelajaran
a.       Gunakan pembelajaran yang terarah (Use Direct Instuction)
b.      Berfokus pada pembelajaran akademik (Focus on Academic Intruction)
c.       Menetapkan keberhasilan (Provide Success)
d.      Menyediakan umpan balik (Provide feedback)
e.       Jadikan hal yang fositif (Be Positive)
f.       Berupaya memotifasi (Strive to Motivate)
g.      Memastikan perhatian (Insure Attention)
h.      Pembelajaran yang menyenangkan (Enjoy Intruction)

E.     PROGRAM PEMBELAJARAN INDUVIDUAL
1.      Pengertian Program Pembelajaran Individual dalam Pendidikan ABK
Pendidikan berasal ari bahasa Inggris yaitu “Individualized Educational Program” yang di singkat IEP. Ini mengandung arti bahwa individu berasal dari kata In-Devided, merupakaan suatu kesatuan antara jiwa dan raga yang tidak terpisahkan antara satu dengan yang lainnya yang dikenal sebagai organisme. Perbedaan individu dalam dunia pendidikan khusus merupakan titik tolak pelayanan pendidikan bagi ABK. Diasumsikan bahwa ABK lebih tajam dalam perbedaan individunya baik perbedaan interindividual maupun intraindividual
2.      Karakteristik Program Pembelajaran Individual Dalam Pendidikan ABK
IEP memiliki karakteriktik sebagai berikut :
a.       IEP tidak semata-mata berpusat pada kurikulum melainkan berpusat pada siswa
b.      IEP tidak semata-mata berdasarkan pada tujuan pengajaran yang telah ditetapkan pada kurikulum melainkan berdasar hasil assessment
c.       IEP tidak tidak bekerja untuk siswa, melainkan bekerja dengan siswa
3.      Pentingnya Pembelajaran Individual Dalam Pendidikan ABK
Kecenderungan pendidikan saat ini adalah pendidikan inklusif. Pendidikan inklusif sering diartikan sebagai pendidikan yang mengintegrasikan ABK dengan anak-anak pada umumnya untuk belajar bersama dalam satu kelas. Pemberian arti pendidikan inklusif semacam itu terlalu simplistik dan dapat membahayakan perkembangan ABK itu sendiri .maka program individualisasi pendidikan (IEP) akan menampilkan diri sebagai sosok yang penting dalam dunia pendidikan bangsa Indonesia . oleh karena itu, para guru perlu memahami hakikat dan prosedur penyusunan IEP.

F.      KOMPONEN PENGEMBANGAN PROGRAM  PEMBELAJARAN INDIVIDUAL DALAM PENDIDIKAN ABK
1.      Tarap kemampuan siswa saat ini (Level Of Peformence)
Komponen ini bermaksud untuk mengetahui gambaran tentang tingkat keadaan dan karakteristik perilaku dan pribadi siswa pada saat mereka akan memasuki dan memulai kegiatan pembelajaran yang akan di selenggarakan . tarap kemampuan siswa saat ini, di peroleh melalui Asesmen baik secara formal dan informal. IEP sangat mengharapkan akan ketepatan dalam melakukan asesmen ini yang akan menjadi landasan bagi komponen-komponen IEP berikutnya .
2.      Tujuan pembelajaran umum yang akan dicapai (Annual Goals)
Annual goals yang dimaksud dengan komponen ini adalah suatu penyataan tentang apa yang dapat di lakukan siswa setelah ia menyelesaikan satu bidang pengajaran dalam jangka waktu satu semester, satu catur wulan, atau satu tahun. Dalam IEP setiap guru di tuntut untuk menyadari tujuan dari kegiatan pembelajarannya. Tujuan pembelajaran umum ini bertitik tolak pada kebutuhan siswa yang di peroleh melalui asesmen.
3.      Tujuan pembelajaran khusus (Short-term Objectives)
Merupakan suatu pernyataan tentang apa yang dapat dilakukan siswa setelah siswa menyelesaikan satu unit atau satu satuan bahasan pembelajaran. Short term objectives ini merupakan penjabran dari tujuan umum yang di nyatakan dengan rumusan yang operasional, khusus, dapat diamati dan dapat di ukur serta menunjukan perubahan perilaku.
4.      Deskripsi tentang pelayanan pembelajaran (Description Of Services)
Yang di maksud dalam komponen ini adalah pernyataan tentang pelayanan dan perlengkapan materi secara khusus yang meliputi : siapa yang mengajar siswa, materi yang diberikan, dan alat bantu pengajaran yang di gunakan untuk mempermudah pemahaman pelajaran.
5.      Waktu di mulainya kegiatan dan lamanya di berikan (Date Of Services)
Yaitu pernyataan tentang kapan di mulainya kegiatan pembelajaran, berapa lama waktu yang digunakan untuk memberikan pelayanan. Komponen ini merupakan estimasi tentang pencapaian tujuan yang telah di tetapkan.
6.      Evaluasi (Evaluation)
Dalam IEP tidak menggunakan penilaian acuan norma melainkan menggunakan penilaian acuan patokan (PAP) penilaian acuan patokan merupakan cara penilaian yang mempertimbangkan taraf keberhasilan siswa dengan membandingkan prestasi yang di capainya dengan kriteria yang telah di tetapkan lebih dulu. Kriteria yang di maksud adalah ukuran minimal perilaku yang dapat di terima seperti yang di nyatakan dalam tujuan istrusional khusus.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar